Bonjour. Assalamualaykum.
Ini udah lewat jam dua belas malem, artinya sekarang udah pagi. Tapi mata gue nggak ngantuk sama sekali, berasa berat pun nggak. Beruntung tadi siang gue nggak jadi tidur, bisa-bisa gue malah masih nonton DVD nih sekarang. Tapi takdir berkata lain, Allah menuntun mata gue untuk nggak tidur siang, jadinya sekarang gue udah rebahan di kasur tersayang. Hanya saja... Tetep, nggak ngantuk.
Gue sambil sms'an sama temen dari dunia maya. Doi lagi curhat soal mantannya yang belum juga maafin dia. Konon katanya, si mantan lagi berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik di mata Allah. Maka, dia menghindar deh dari temen gue itu. Well, si temen gue itu, kita sebut aja namanya Ujang ya, sebenernya udah berusaha untuk nggak mengulangi kesalahannya. Ujang minta maaf tapi nggak diterima. Ujang berusaha untuk nemuin si mantan, tapi dia menghindar.
Hhmm..jadi, apa motif si mantan yang sebenarnya? *mata dipicingkan* Wallahu a'lam.
Selain itu, si Ujang juga belum puas-puasnya ngejar si mantan. Apapun dilakukan supaya si mantan mau maafin. Ujang tau bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk umatNya. Tapi kenapa juga ujang bersikeras untuk tetap minta maaf sama dia?
Secara awam, gue punya beberapa kemungkinan.
Tapi tunggu. Setelah gue ngetik alasan keempat, gue ngerasa ada sesuatu yang agak janggal. Bagaimana kita membedakan antara Sayang beneran dan Ambisi?
Pernah ya, kita liat atau malah mungkin dihadapkan dengan suatu keadaan dimana kita merasa harus memperjuangkan sesuatu atau (mungkin) seseorang karena kita butuh atau sayang. Kemudian merasa harus bertahan karena kita patut mendapatkan apa yang kita inginkan. Dengan usaha yang gigih, kerja keras, mempertimbangkan segala hal dan berdoa supaya bisa mencapai atau mendapatkan hal/orang itu. Lalu apa itu namanya?
Is it love or ambition?
Kita nggak pernah tahu, apakah setelah kita mendapatkan apa/siapa yang kita perjuangkan itu, rasanya akan tetap sama? Tetap menggebu-gebu kah? Tetap menggetarkan hati kah? Atau...Kita akan merasa cukup puas? Kemudian, membentuk ambisi yang baru?
Gue mau mikir dulu deh kalau gitu, apakah ini sayang beneran, atau ambisi karena belum juga bisa meraihnya?
Goodnight. Ehh..Goodmorning :p
Ini udah lewat jam dua belas malem, artinya sekarang udah pagi. Tapi mata gue nggak ngantuk sama sekali, berasa berat pun nggak. Beruntung tadi siang gue nggak jadi tidur, bisa-bisa gue malah masih nonton DVD nih sekarang. Tapi takdir berkata lain, Allah menuntun mata gue untuk nggak tidur siang, jadinya sekarang gue udah rebahan di kasur tersayang. Hanya saja... Tetep, nggak ngantuk.
Gue sambil sms'an sama temen dari dunia maya. Doi lagi curhat soal mantannya yang belum juga maafin dia. Konon katanya, si mantan lagi berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik di mata Allah. Maka, dia menghindar deh dari temen gue itu. Well, si temen gue itu, kita sebut aja namanya Ujang ya, sebenernya udah berusaha untuk nggak mengulangi kesalahannya. Ujang minta maaf tapi nggak diterima. Ujang berusaha untuk nemuin si mantan, tapi dia menghindar.
Bukankah, kita wajib untuk memaafkan saudara kita? Dan bukankah, kita berdosa kalau tidak menegur saudara kita lebih dari 3 hari?
Hhmm..jadi, apa motif si mantan yang sebenarnya? *mata dipicingkan* Wallahu a'lam.
Selain itu, si Ujang juga belum puas-puasnya ngejar si mantan. Apapun dilakukan supaya si mantan mau maafin. Ujang tau bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk umatNya. Tapi kenapa juga ujang bersikeras untuk tetap minta maaf sama dia?
Secara awam, gue punya beberapa kemungkinan.
- Pertama, Ujang masih sayang banget sama dia. Oke, yang ini pasti bakal langsung dijawab 'iya' sama Ujang.
- Kedua, Ujang cuma mau dirinya bener-bener dimaafin tanpa harapan balikan lagi.
- Ketiga, Ujang mau dua-duanya. Dimaafin, dan balikan.
- Keempat, Ujang yakin banget bahwa apa yang dia lakukan semata-mata karena dia sayang sama si mantan.
Tapi tunggu. Setelah gue ngetik alasan keempat, gue ngerasa ada sesuatu yang agak janggal. Bagaimana kita membedakan antara Sayang beneran dan Ambisi?
Pernah ya, kita liat atau malah mungkin dihadapkan dengan suatu keadaan dimana kita merasa harus memperjuangkan sesuatu atau (mungkin) seseorang karena kita butuh atau sayang. Kemudian merasa harus bertahan karena kita patut mendapatkan apa yang kita inginkan. Dengan usaha yang gigih, kerja keras, mempertimbangkan segala hal dan berdoa supaya bisa mencapai atau mendapatkan hal/orang itu. Lalu apa itu namanya?
Is it love or ambition?
Kita nggak pernah tahu, apakah setelah kita mendapatkan apa/siapa yang kita perjuangkan itu, rasanya akan tetap sama? Tetap menggebu-gebu kah? Tetap menggetarkan hati kah? Atau...Kita akan merasa cukup puas? Kemudian, membentuk ambisi yang baru?
Gue mau mikir dulu deh kalau gitu, apakah ini sayang beneran, atau ambisi karena belum juga bisa meraihnya?
Goodnight. Ehh..Goodmorning :p
No comments:
Post a Comment