Saturday, February 2, 2013

Happy Weekend, Happy Birthday, Happy-Happy...

Salam.

Hari ini tanggal 2 Februari 2013, maka gue akan mengawali posting malam ini dengan mengucapkan...
Happy Birthday KIKI, 
one of my lovely cousins. All the best for you, dear...
zaman acak kadul. gangsenggol's girls ^_^
     Sudah lama tak bersua, jadi pengen mengenang masa-masa tinggal di rumah Tante Ani dan Om Zul. Masa-masa doyan jalan, doyan jajan, doyang dvd korea-an. Since we were children, since I could remember how life was...We are cousins, we are sisters, we are bestfriends, we are everything. What a moments to remember. :*
     Punya banyak teman dan saudara yang menyayangi itu sangat menyenangkan. Gue suka cerita sih soalnya, jadi punya banyak tempat curhat itu sangat melegakan jadinya. Hihihi...
Seperti halnya hari ini. Gue hangout lagi sama Soekarnos girls, yaitu Mba Dina, Mba Dian plus si imut Syindhis (boleh senang Kau, Nak.). Destinasi hari ini tentunya ke Planetarium. Bukan rekues gue, melainkan Mba Dian satu-satunya di antara Kami yang belum pernah menikmati serunya berpetualang ke luar angkasa. Ahey.
     Diawali dengan hujan-hujanan dan menerobos banjir di Stasiun UI, kereta melaju ke Stasiun Cikini sebagai meeting-point kami.Sepagi itu gue udah dibikin cekikikan sendiri di kereta lantaran Mba dina yang baru pertama kali bepergian dengan commuter line bolak balik Whatsapp hanya untuk memastikan bahwa doi nggak salah naik kereta. lengkap dengan menginformasikan keretanya sudah tiba di mana dan di gerbong berapa doi berada!!  "Diaaann....where r u...??", begitulah kira-kira penggalan kepanikannya. Huahuahuaahahaa.....
Dan Alhamdulillah nggak ada yang kesasar ;)
      Dari Stasiun Cikini ke Taman Ismail Marzuki naik metromini. Lalu setibanya di sana, begitu liat ada tulisan Planetarium, langsung aja tuh Mba Dian minta di foto. Mungkin sebagai bukti otentik bahwa doi bener-bener pernah menginjakkan kaki di sana. Atau hanya sebagai pemuas hasrat narsisnya? Yah, gue juga sih. Tapi kan gue cuma ikut-ikut aja.*ngeles*
Kira-kira begini gaya'nya. tulisan Planetariumnya harus keliatan!
     Alhamdulillah, nggak terlambat dan nggak kepagian juga datengnya. Sekitar setengah jam sebelum pertunjukan dimulai, kami sudah sampai. Yeaayy!! Diawali dengan foto-foto cantik, kemudian masuk ke ruang observatorium (bener nggak nama ruangannya?). Mba Dian pun akhirnya meyakinkan dirinya bahwa memang belum pernah ke sana. "Bener, gue belum pernah ke sini. Gue pikir tadinya lupa, tapi ternyata emang belum pernah ke sini", begitu kira-kira. 
       Menghina mulu nih gue, padahal gue juga udah lama nggak kesana sejak zaman kuliah Ilmu Alam Dasar (kalo nggak salah sih itu nama MK nya). Gue sempet bilang ke mba Dina kalo di dalem cuma 10 menit. Hahaha nggak taunya lama juga ya. Setengah jam lebih gitu.
Seru sih, belajar tentang Bintang, Rasio Zodiak, Bulan, matahari, Bumi dan Planet-planet. hanya aja, gue agak terganggu dengan cahaya-cahaya blitz dari penoton lain yang mencoba untuk memotret "langit". Aih.... Zaman gue kecil nggak ada yang begitu karena emang belum ada BB, Ipad dan sebagainya. 
      Dari seluruh pertunjukkan, yang paling berkesan menurut gue selain saat "terbang" ke angkasa adalah saat operatornya bilang bahwa Kita harus bersyukur karena Allah sudah menempatkan kita di planet Bumi, planet yang paling nyaman untuk ditinggali. Alhamdulillah. Mari kita menjaga dan melestarikan planet biru ini.

foto bersama mbak2 astronot
ini pintu dorong yang bisa muter (apa namanya saya nggak tau)
suasana di dalam ruang pertunjukan. gelap sih, tapi foto adalah harus!
one of my favourite. sayang agak blurry

        Puas dengan pertunjukkan, Kami kelaparan dan menyusurijalan becek menuju food court yang berderet di pinggir jalanan TIM. Tongseng dan Sate Ayam cukup memuaskan buat gue dan Mba Dian. Yang lucu adalah saat Nasi Goreng Ayam dan Nasi Goreng Kasih Sayang (gue masih nggak paham dengan konsep tempat makan ini menamai menunya) untuk Syindhi dan Mba Dina justru datang saat gue dan Mba Dian sudah hampir habis makanannya. 
           Di sini lah Kami bertukar cerita seperti biasanya. Masing-masing memulai curhat sessionnya dengan kasus yang berbeda. Nggak ada yang menyelesaikan masalah sih, tapi cerita-cerita itu merupakan suatu moment tersendiri buat Kami. Ya nggak? Dan ini adalah rutinitas setiap hangout, curhat session wajib diselenggarakan. Aihh.
       Sudah kenyang? Let's go to XXI! Nonton? No, cuma nemenin Syindhi ke toilet. Sebel, Mba Dina nggak mau nonton Mama lantaran horror, dan Mba Dian nggak mau nonton Parker karena nggak mood nonton film action. Yah, jadilah kami berjalan lagi menyusuri trotoar Cikini mencari keberadaan Pizza Hut untuk ngemil-ngemil cantik. Yang pada akhirnya balik arah untuk ke Cheesecake Factory. Hebat yah perut Kami.
       Gue udah beberapa lama ini ngidam Cheesecake, dan kesampaian. Syindhi yang menggantungkan separuh hidupnya ke Mba Dian pun akhirnya mendapatkan Pizza.Overall, hari ini senang, puas dan kenyaaanggg. Yumm.


Mixfruits Cheesecake, Blueberry Cheesecake, BBQ Pizza, Lychee Ice Tea
hey..hey...siapa dia....?
Alhamdulillah...Alhamdulillah... Syukurku atas nikmatNya hari ini. Semoga lain kesempatan bisa berbagi suka lagi ya...
Next destinationnya kemana yaa....


Tuesday, January 29, 2013

Happy Birthday INDAH SUKMA WARDHINI

Salam.

Pengen banget posting kemarin tanggal 28 Januari, tapi ga nyanggup karena capekkk banget. Well, gue mau ngucapin selamat ultah buat gue sendiri :D

Happy Birthday for MySelf

Umur gue tahun ini 25 tahun, Alhamdulillah udah ada sedikit perubahan dari tahun lalu. Beberapa sisi gue udah mulai menunjukkan kemajuan, tapi ada satu hal yang belum tercapai nih. Semoga resolusi tahun ini bisa tercapai, seiring banyaknya yang doain gue di hari ultah kemarin. Semoga cepet dapet jodoh... Hehehe.... 
Amin.

Oiya, thanks my Students and Tieka & Dinov for the birthday gifts.

Kado dari murid-murid tersayang, isinya jam tangan
Kado dari Tieka dan Dinov.

Love, Curse and Hocus Pocus
Walaupun Tieka & Dinov uddah ngadoin gue dua buah novel, gue tetep penasaran sama novel yang satu ini. Lanjutan novel dari Love, Hate & Hocus Pocus nya Mbak Karla M Nashar. Itung-itung gue beli kado buat diri sendiri. Hihihi...

Alright, sekarang saatnya istirahat...... Ciaoooo.

Saturday, January 26, 2013

Garlic & Cheese Mashed Potato dan Sausages Macaroni Schotel

Salam.

Segarnya habis mandi.

Senang hati karena keponakanku yang unyu dateng kerumah dan berhasil bikin gue ketawa-ketawa ngeliat kecentilan dan keceriwisannya. Baidewei....kemarin tanggal 25 Januari 2013, Fristy ultah yang ke dua lohh... Met ultah ya Nak.... Mmmuaaahh....

Lirikan matamuuu menarik hatiiii...
 Well, now i'm going to post the next recipes. Mashed Potato. Gue suka banget sama menu yang satu ini sejak abang gue yang dulu kerja di suatu restaurant bawa Burger yang side dish nya itu Mashed Potato. Oh no....it was heavenly yummy. Lembut, creamy dan cocok banget kalau buat makan steak dengan lumuran gravy.
Hari Kamis lalu gue test resep Mashed Potato. Udah lama banget pengen bikin makanan yang satu ini tapi belum berani karena cara bikinnya masih dibayang-bayang. Tapi berkat youtub-ing (ini langkah jitu!)....gue jadi semangat buat mencoba. Tapi lagi-lagi, dengan ukuran ilmu kira-kira. Hehehe.
Sayangnya, gue nggak sempet mengabadikan step-by-step cara membuatnya. Tapi yah bisa deh kalian ngebayangin sendiri. Dan bahan-bahan yang gue pake amat sangat simple, dan sangat sehari-hari. haduh. Bahasanya nggak enak banget tapi ya sudahlah terima saja. :p

Garlic & Cheese Mashed Potato

4 buah               kentang berukuran sedang (kira-kira 400 g)
50 g                   butter/ margarin
1 siung               bawang putih (finely chopped)
100 ml               fresh milk
50 g                   keju parut

Lada, garam (dan bumbu penyedap bila suka) secukupnya.

Cara membuatnya :
  1. Kupas kentang lalu direbus hingga benar-benar empuk. Coba tusuk dengan garpu, kalau kentangnya langsung hancur berarti sudah siap digunakan. Tiriskan.
  2. Tumis bawang bombay dengan butter/ margarin sampai harum, lalu tuang susu ke dalamnya dan masak hingga mendidih-mendidih cantik. Hehehe. Maksudnya, nggak terlalu bergolak tuh susunya, tapi cukup berbuih-buih kecil aja. Matikan api.
  3. Hancurkan kentang dengan menggunakan baloon whisk, garpu atau dengan potato masher kalau ada. Teksturnya sampai lembut sekali, tapi kalau gue sengaja masih menyisakan gumpalan-gumpalan kentang yang belum halus supaya berasa makan kentang. I like it that way.
  4. Panaskan lagi kentang halus di atas api kecil, lalu masukkan cairan yang sudah mendidih cantik tadi sambil terus diaduk dengan spatula hingga merata.
  5. Do the seasoning. Lada dan garam sesuai dengan selera. Kemarin sih gue nambahin bumbu penyedap biar rasanya nggak terlalu plain.
  6. Masukkan keju parut dan aduk hingga semua bahan merata. Matikan api.
  7. Garlic & Cheese Mashed Potato sudah siap disajikan.
Ini penampakannya.....
My First Garlic & Cheese Mashed Potato
Hasilnya...enyyaaakkkkk.... Kentangnya masih ada yang menggerenjel, jadi masih sempet ngunyah. Nggak langsung leebbb... Tetep lembut, creamy dan yummy. Ibuku, konsumen tetap dan paling setia nyobain hasil eksperimen gue, sangat doyaaann... Hehehe. Berhasil.

Next recipe gue bikin tadi pagi. Jum'at kemarin gue nggak produktif banget, malah jadi puyeng kepala kalau liburan di rumah nggak melakukan apa-apa. Alhasil, tadi pagi gue bertekad untuk bikin sesuatu. Bingung sih, tapi ternyata Ibu request Macaroni Schotel. Dengan bahan-bahan terbatas, gue berusaha membuat Macaroni Schotel sebaik mungkin (ini lebay).
Di Indomaret nggak ada daging cincang, friend... Jadi gue substitusi dengan sosis.

Sausages Macaroni Schotel.

the ingredients
250 g macaroni elbow - 1 siung bawang putih - 1 bh bawang bombay - 50 g keju
Cincang kasar bawang bombay dan bawang putih (untuk bawang putih, finely chopped ya), kemudian ditumis hingga harum lalu masukkan sosis dan tumis hingga matang. Di bowl yang bersih,  kocok lepas 3 butir telur dan 150 ml susu.

Rebus macaroni hingga benar-benar lunak. Sementara itu, bumbui kocokan telur dan susu dengan garam, lada dan bubuk pala. Kalau suka, boleh tambahkan bumbu penyedap.
Masukkan tumisan bawang dan sosis ke dalam macaroni yang telah ditiriskan. Tambahkan 50 g keju parut, dan campuran telur dan susu. Aduk hingga semluruh bahan dan bumbu tercampur rata.

Finally! Bake for 60 minutes or until it's well-cooked :)
Pada saat merebus macaroni, gue membutuhkan waktu yang lama hingga macaroni nya betul-betul lunak. Supaya saat di oven, macaroninya menyatu dengan susu dan telur. Jadi waktu dimakan, semua bahan akan menjadi suatu kesatuan. Nggak lagi seperti makan macaroni dengan susu dan telur secara terpisah. You got the idea.
Setelah kurang lebih 60 menit, matanglah macaroni schotelku. Rasanya? Hmm....kurang puas karena ternyata sosis kurang cocok untuk menggantikan daging cincang. Rasanya jadi agak plain gitu karena ternyata sari-sari dari daging cincang lah yang membuat rasa macaroni schotel jadi lebih kuat.
No matter what...gue tetep nggak bisa berhenti ngemilin macaroni dicocol sambel botolan.Dan hari ini konsumen gue bukan cuma Ibu, tapi juga mas Adi, Mba Yanti dan Fristy....

Nah, sekian recipe long weekend gue. Masih belum tahu besok mau bikin apa. Let we see...

Ciaooooo.....

Soft Pancakes (minus Topping)

Salam.
Whoooozzz…. Lama kali aku tak berkunjung kemari ;)

Everything’s changed, friend. Except my hobbies in food things don’t too much change.

Sabtu ini hari ke tiga long weekend di Januari 2013. Sejak kamis, Sekolah libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  diriku di rumah, istirahat (kind of, if you know what I mean ) tapi bukan berarti nggak produktif loh. Bahkan sejak Rabu malam, gue udah mulai ngubek2 My Messy Kitchen (begini cara gue namain dapur karena emang berantakan. :p ). Setidaknya udah tiga menu yang gue buat selama long weekend ini. Walaupun gue akan post dalam hari yang sama, tapi sepertinya gue akan  ngebagi jadi beberapa bagian. Rencananya sih gitu. But we’ll see…

Rabu sore sepulang sekolah gue mampir Indomaret sebelah rumah beli susu, margarin dan telur  untuk bikin Pancake. Ini bukan pertama kalinya gue bikin Pancake, tapi waktu di sekolah, gue youtub-ing cara bikin Pancake dan berhasil menggoda gue untuk mencoba method baru ini. Bedanya adalah, adonan yang sudah dicampur rata, didiamkan atau diistirahatkan selama satu jam. FYI, gue biasanya langsung pan frying adonannya begitu selesai gue campur. Yang gue lihat dari videonya sih, pancake nya perfect banget. Tebel, lembut dan kayaknya yummy…
Dengan sedikit modifikasi, karena gue termasuk orang yang males mengukur bahan dengan ukuran yang pasti, so gue cuma menggunakan ilmu kira-kira. Ahheyy..


Bahan-bahan yang gue siapkan :

2 butir telur - 100 gr gula pasir - 200 gr tepung terigu - 150 ml fresh milk - 2 sdt baking powder
What a simple ingredients. Cara bikinnya juga simple. Mau main masak-masakan sama adik, ponakan atau anak...pasti bisa deh. Yakin. 

Pertama, pecahin telurnya dulu. It used the whole eggs, that means you don't have to separate the eggyolks and the egg whites. You got the idea


Tuang fresh milk ke dalam bowl yang berisi 2 butir telur tadi.
Mix them. Bisa menggunakan Mixer ataupun Baloon Whisk























Add the flour. All of them
 Masukkan juga gula pasir dan baking powdernya, kawan
Mix them up untill smooth. Bukan supaya mengembang ya

Adonannya didiamkan dulu selama satu jam, sampai muncul bubbles di permukaanya.

Adonannya sengaja didiamkan dulu supaya memberi waktu untuk baking powder bekerja, sehingga nanti mengembang, agak tebal dan tekstur Pancakenya berserat seperti martabak. Kalau adonannya nanti tidak mengembang, berarti gagal jadi Pancake, jadinya malah Crepes. Hehehehe. 
Setelah muncul bubbles di permukaannya, aduk adonan dengan menggunakan ladle. Supaya adonannya ter-homogenisasi. Halah. Ya pokokknya jadi satu deh tuh.
Sudah siap dimasak??? Saatnya preheat the frying pan (biasanya sih pakai teflon). Olesi sedikit margarin saja. Lalu ambil satu ladle penuh adonannya, dan tuang di atas teflon. Usahakan bentuknya bundar sempurna yah. 

Masak selama tiga menit, kemudian..flip it! Kalau kesua sisi sudah browning, tandanya sudah siap di angkat.
Ini dia penampakannya.
Hohohoho.... My Pancakes are already to eat. Tapi berhubung bahan yang disiapkan hanya untuk adonan Pancakes, gue nggak nyiapin bahan topping nya. Pancakes ini manis, jadi lebih tepat kalau makannya pakai topping yang manis seperti, syrup caramel, selai cokelat, maple syrup bahkan kalau mau, pancakes juga enak dimakan dengan butter! Catet, butter yah, bukan margarin.
Akhirnya gue makan nih Pancakes berdua ibu tanpa topping. Jadi kaya makan kue cubit tapi ngga ada aroma ragi, plus...teksturnya lembut di mulut. Kalau makannya hangat-hangat, alamak..... Lupa deh sama timbangan badan. wkwkwk....

Silahkeunnn dicoba...

Thursday, April 28, 2011

Spaghetti with Cheese & Spaghetti Bolognese

Assalamualaikum.

Siapa yang suka makaan?? (gue ngacung). Siapa yang suka makan pastaaa?? (ngacung lagi). Ahhehehe.. Semua orang pasti suka makan, dan banyak orang yang suka makan pasta, termasuk gue. Tapi...apakah semua penyuka pasta suka memasak? Yuk, yuk... Kita masak pasta yuk..

Pasta banyak macemnya, kawan. Paling tidak ada 56 macam pasta dan masing-masing bisa diolah menjadi hidangan yang berberbeda. Tapi ada beberapa jenis pasta yang paling familiar buat kita, yaitu Spaghetti, Fettucini, Macaroni, Ravioli, Lasagna dan Cennelloni. Semoga nanti gue bisa nulis sedikit tentang pasta-pasta ini, tapi sekarang gue mau ngajak teman-teman semua buat bikin macem-macem saus pasta.

Temen-temen pasti udah kenal banget sama Saus Bolognese kan? Saus ini paling sering digunakan sebagai saus Spaghetti di tempat-tempat makan di Indonesia. Saus yang kaya akan rasa tomat dan daging cincang ini memang paling pas dengan selera kita. Tapi, selain Spaghetti Bolognese, Spaghetti juga bisa diolah jadi Spaghetti with cheese, Spaghetti with tomato sauce dan Spaghetti Milanaise. Tapi kita juga bisa mengganti spaghetti dengan pasta-pasta lainnya loh.

Mulai dari Spaghetti with Cheese dulu ya.
Siapa yang suka keju, pasti suka makanan yang satu ini. Karena rasanya bener-bener keju dan citarasanya yang lebih kontinental. Bahannya cuma sedikit dan cara bikinnya gampang banget. Pas buat kalo lagi kelaperan dan males masak yang ribet-ribet.

Spaghetti with Cheese :

100 gr Spaghetti
25 gr Mentega / margarin
25-50 gr Keju parut
Garam, lada secukupnya

  1. Masukkan spaghetti ke dalam panci yang berisi air mendidih yang telah diberi garam. Rebus dengan api sedang.
  2. Aduk sesekali dengan sendok kayu. Masak selama 12-15 menit.
  3. Tiriskan.
  4. Pindahkan ke wajan, campur dengan mentega/margarin dan keju.
  5. Bumbui dengan garam dan lada sesuai dengan selera.


Spaghetti Bolognese

100 gr Spaghetti
25 gr Mentega/ margarin
50 gr Bawang bombay cincang
1 siung Bawang putih cincang
100 gr Daging cincang
125 gr Kaldu sapi
1 sdm Puree tomat (biasa dijual dalam kaleng)
100 gr Jamur (potong dadu)
Lada, Garam
Oregano

  1. Masukkan spaghetti ke dalam panci yang berisi air mendidih yang telah diberi garam. Rebus dengan api sedang.
  2. Aduk sesekali dengan sendok kayu. Masak selama 12-15 menit.
  3. Tiriskan.
  4. Panaskan mentega/margarin dalam saucepan.
  5. Masukkan bawang bombay dan bawang putih cincang, tumis hingga harum
  6. Masukkan daging, hingga matang dan berubah warna
  7. Tambahkan kaldu sapi, puree tomat dan oregano
  8. Masak dengan api kecil hingga mengental.
  9. Masukkan jamur , dan masak selama 5 menit. Bumbui dengan garam dan lada sesuai selera.
  10. Sajikan Spaghetti dengan Saus Bolognese dengan parutan keju.

Sekedar mengingatkan ya teman-teman... Resep Saus di atas bisa juga untuk dihidangkan bersama jenis pasta yang lainnya. Kalian tinggal mix& match aja kok. Asik kan? Cukup dulu ya postingan untuk hari ini.
Selanjutnya gue akan kasih resep Spaghetti with Tomato Sauce dan Spaghetti Milanaise, yang sedikit lebih ribet. Hehehe.

Selamat mencoba ya teman-teman. Semoga bermanfaat. :)

Wassalamualaikum.

Sumber : Practical Cookery, Ceserani and Kinton.

Tuesday, April 26, 2011

Keluargaku, Keluarga Cemara.

Assalamualaikum.

Ahh sudah lama sekali nggak mampir kesini. Alasannya? Hm, nggak ada. Hanya nggak mampir aja. Sebenernya dari kemarin-kemarin banyak banget yang mau di share di sini, tapi berhubung daya ingat gue agak2 lemah dan nggak ada inisiatif buat nyatet, makanya gue hanya akan nulis apa yang sekarang ada di ingatan gue :p

Gue akan mulai dari... *drumroll* *jengjeng*

Hari ini gue bener-bener nggak ada kerjaan. Seharian ini di rumah, nggak melakukan apa-apa kecuali kegiatan harian seperti makan, nonton TV, online dan syukur Alhamdulillah gue nggak lupa mandi. Anyway, gue mandi dua kali loh hari ini :)

Rencananya gue mau menjalankan program diet Low Carb High Protein nih. Gue lagi belajar mngkonsumsi sedikit bahan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, dan memperbanyak konsumsi bahan makanan berprotein tinggi. Berhubung gue nggak tau harus olahraga apa untuk mengimbangi program diet ini, makanya gue cuma sit-up2 aja setiap hari. Ngaruh nggak ya?

Tapi Saudara-saudariku... my besties just come to ruin my program. Tieka sering banget dateng kerumah hanya untuk mengajak gue…makan di luar. Baiklah, gue ngikut, karena gue emang paling susah menolak ajakan jajan. Tapi bagian yang tersulit adalah, memilih satu di antara sederetan menu yang sangat menggiurkan di warung sea food depan rumah gue. Jadilah.. pilihan gue tiap malam-malam-sesat itu Capcay goreng atau kadang cah kangkung. Belagu banget nggak sih gue?

Tapi bener deh, paling nggak nih ya, gue ada usaha untuk terlihat ideal. Karena kalo diliat-liat, sekarang orang-orang di sekitar gue juga udah nggak se-ideal dulu. Hihihi. Misalnya, kakak gue. Dulu mbak Ayu ini orangnya mungil abis, dan setiap orang yang baru kenal sama Kami berdua, pasti heran kenapa adiknya lebih besar dari kakaknya. Gue sendiri bingung harus seneng karena dianggap lebih dewasa dari umur gue yang sebenernya atau justru miris karena…yeah, badan gue lebih besar dari kakak gue.

Anyway, gue kangen kalo inget masa-masa itu. Masa di mana gue dan keluarga masih berkumpul di rumah ini. Masa di mana anggota keluarga gue masih lengkap. I just missing you, Bapak.

Dulu gue selalu jadi bulan-bulanan kakak-kakak gue, karena gue sasaran paling empuk (ini konotasi, bukan ‘empuk’ yang sebenarnya) buat diledekin, yang pastinya akan menyebabkan rumah ini berisik dengan jeritan histeris gue dan tangisan gue dimana kakak-kakak gue malah akan semakin senang. Haha. Tapi kalo lagi akur, gue seneng banget begadang sama Mas Adhi, nonton TV, dengerin Slank live di I Like Monday’nya Hard Rock FM, malah kadang jam 11 malem beli sate di luar. Saat itu gue masih SD, makanya istimewa banget keluyuran jam segitu.

Saat itu, Mbak Ayu masih kuliah dan masih banyak waktu buat main-main di rumah. Dulu jamannya nyari lirik lagu favorit buat dicatet di Binder atau Organizer. Kalo Mbak Ayu pulang kuliah, biasanya gue diajarin nyanyi lagu-lagu barat sambil di jelasin apa artinya. Yang gue inget, waktu itu Mbak Ayu ngajarin gue lagu My Heart Will Go On, I Will Survive sama Life Goes On nya Leann Rimes. Sepele ya, tapi gue kangen masa-masa itu.

Masa-masa di mana Bapak hobi ngajak makan di luar. Bukan karena pengen makan di luar, tapi lebih karena beliau pengen jalan-jalan sama Kami. Gue kangen beliau, gue kangen perut buncitnya, gue kangen humornya yang seringkali jayus, gue kangen sifatnya yang sok-kenal-sok-deket sama semua orang yang baru ditemuinya.

Sekarang di rumah ini cuma ada gue sama Ibu. Ibu yang sekarang sudah nggak sesehat dulu, Ibu yang harus gue jaga setiap waktu, Ibu yang selalu gue khawatirkan. Seolah gue nggak mau kehilangan siapapun lagi dalam hidup gue.Love you, Mom... :*

Pernah gue berpikir bahwa ditinggalin pacar, kekasih atau apalah itu namanya, akan membuat hidup seseorang berantakan, sengsara, hancur lebur dsb.

Tapi kemudian, peristiwa ini terjadi. Peristiwa di mana seseorang dalam keluarga harus mengalami cobaan yang amat sangat tidak pernah kami duga sebelumnya. Gue tau, cobaan ini bukanlah semata-mata hukuman dariNya, tapi juga sebuah ujian seberapa besarkah cinta kami padaNya. Ketegarannya mengahadapi cobaan itu membuat dada gue sakit, karena disaat yang bersamaan justru gue yang takut. Keikhlasannya menghadapi cobaan ini membuat gue malu karena justru gue yang amat sangat khawatir.

Allah Maha Tahu, Allah Maha Adil. Hanya kepada Allah Kami semua berserah diri akan ujian ini.

Dan saat keadaan berangsur-angsur membaik, sekonyong-konyong gue semakin nggak mau kehilangan siapapun lagi.

Keluarga di mana gue dilahirkan adalah rumah yang nggak akan pernah gue tinggalkan. Keluarga nggak akan pernah mengkhianati Kita. Betul kan?

Naahh.. gue jadi sedih gini. Ya udah deh, sekarang kita berdoa aja yah semoga hidup kita bisa lebih baik lagi. Dan...semoga diet gue berhasil. Uhuyy... *sit-up*

Wassalamualaikum.

Tuesday, February 15, 2011

V'Day vs Mimpi

Assalamualaikum

Happy Valentine's Day bagi yang merayakan. Apa yang kalian lakukan hari ini, teman? Nge-date kah? Jalan-jalan kah? Nonton kah? Bikin kue kah?
Sama siapa? Pacar kah? Teman-teman kah? Atau keluarga? Siapa pun itu, semoga hari ini berkesan yah. Hmm..sementara, gue nggak melakukan hal yang spesial. Bukannya ngga mau ngerayain, tapi emang situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan bagi gue untuk merayakannya. Selain, bagi gue pribadi rasanya hari kasih sayang itu emang nggak harus ada tanggal 14 Februari aja. Lagipula, kemaren gue denger di radio, pas ada acara ceramah singkat gitu yang kebetulan ngebahas soal hari Valentine. Gue lupa detailnya gimana karena cuma dengerin sepintas lalu ajah. Tapi kuping gue menangkap satu kalimat yang membekas di pikiran gue. Si penceramah berkata bahwa merayakan Hari Valentine hukumnya haram bagi umat Muslim. Ehm. Wallahu A'lam.

Hari ini gue bangun siang seperti biasa, lalu melakukan rutinitas gue yaitu sarapan menjelang siang, nonton TV bareng Ibu dan tumben nih, gue mandi. Hehehe. Biasanya, kalo lagi liburan gue cuma mandi sekali aja dalam sehari. Biasanya sore doang. :p
Mungkin ada hubungannya sama Creme Bath yang baru gue beli seminggu lalu. Gara-gara sabun krim cair baru itu lah gue jadi rajin mandi.
Sorenya gue nemenin Ade booking tempat buat ultahnya besok. Tapi sayang, berhubung besok tanggal merah Maulid Nabi, jadi nggak bisa di booking tempatnya. Selebihnya, nggak ada yang spesial sih.

Sekarang, gue rebahan di kamar dengan nikmatnya. Di bawah AC, maenan bebe, pokoknya santai abis. Nah, posisi begini nih yang seringkali bikin gue galau mendadak. Kenapa? Karena gue jadi lebih punya banyak kesempatan untuk mikir. Sialnya, kali ini gue kepikiran si dia. Gue bingung harus nyebut dia apa. Pacar..tapi udah ngga pernah kontak lagi. Mantan, tapi nggak ada kata putus. Iya, gue digantung. Setidaknya, gue merasa digantung.

Gue emang udah bisa melalui badai hebat yang pernah menghantam gue setengah tahun lalu. Tapi gue juga nggak mau munafik dengan bilang bahwa gue udah bisa lupain dia. Nggak juga. Gue tau, ini udah jalan hidup gue. Allah pasti punya maksud baik untuk gue, dan apa yang terjadi harus gue syukuri. Allah tau yang terbaik bagi gue, sehingga mungkin aja Dia justru sedang menghindari gue dari sesuatu yang tidak baik. Atau, Allah hanya sedang menunda kebahagiaan gue, sedang menguji kesabaran gue, untuk kemudian menaikkan derajat gue dimataNya. Amin.
Tapi, tetep aja ada saatnya gue justru berharap ini adalah mimpi buruk gue yang panjang. Kemudian ada seseorang yang akan bangunin gue, atau ada suara musik tukang roti keliling yang menyadarkan gue dari tidur yang nggak nyaman ini. Gue berharap pas gue bangun, gue akan tetep baca sms-sms dia yang terkirim waktu gue udah tidur. Atau baca wall post dari dia di notification Facebook gue.
Gue berharap ini beneran mimpi.

Tapi nggak ya? Ini bukan blog dalam mimpi gue kan?

Baiklah, kalo gitu. Berarti gue harus kembali ke realita bahwa gue memang sedang disayang Allah dengan caraNya yang sungguh...hanya Dia yang tau.

Wassalamualaikum.

Nb. U're just too good to forget.