Salam.
Segarnya habis mandi.
Senang hati karena keponakanku yang unyu dateng kerumah dan berhasil bikin gue ketawa-ketawa ngeliat kecentilan dan keceriwisannya. Baidewei....kemarin tanggal 25 Januari 2013, Fristy ultah yang ke dua lohh... Met ultah ya Nak.... Mmmuaaahh....
![]() |
| Lirikan matamuuu menarik hatiiii... |
Well, now i'm going to post the next recipes. Mashed Potato. Gue suka banget sama menu yang satu ini sejak abang gue yang dulu kerja di suatu restaurant bawa Burger yang side dish nya itu Mashed Potato. Oh no....it was heavenly yummy. Lembut, creamy dan cocok banget kalau buat makan steak dengan lumuran gravy.
Hari Kamis lalu gue test resep Mashed Potato. Udah lama banget pengen bikin makanan yang satu ini tapi belum berani karena cara bikinnya masih dibayang-bayang. Tapi berkat youtub-ing (ini langkah jitu!)....gue jadi semangat buat mencoba. Tapi lagi-lagi, dengan ukuran ilmu kira-kira. Hehehe.
Sayangnya, gue nggak sempet mengabadikan step-by-step cara membuatnya. Tapi yah bisa deh kalian ngebayangin sendiri. Dan bahan-bahan yang gue pake amat sangat simple, dan sangat sehari-hari. haduh. Bahasanya nggak enak banget tapi ya sudahlah terima saja. :p
Garlic & Cheese Mashed Potato
4 buah kentang berukuran sedang (kira-kira 400 g)
50 g butter/ margarin
1 siung bawang putih (finely chopped)
100 ml fresh milk
50 g keju parut
Lada, garam (dan bumbu penyedap bila suka) secukupnya.
Cara membuatnya :
- Kupas kentang lalu direbus hingga benar-benar empuk. Coba tusuk dengan garpu, kalau kentangnya langsung hancur berarti sudah siap digunakan. Tiriskan.
- Tumis bawang bombay dengan butter/ margarin sampai harum, lalu tuang susu ke dalamnya dan masak hingga mendidih-mendidih cantik. Hehehe. Maksudnya, nggak terlalu bergolak tuh susunya, tapi cukup berbuih-buih kecil aja. Matikan api.
- Hancurkan kentang dengan menggunakan baloon whisk, garpu atau dengan potato masher kalau ada. Teksturnya sampai lembut sekali, tapi kalau gue sengaja masih menyisakan gumpalan-gumpalan kentang yang belum halus supaya berasa makan kentang. I like it that way.
- Panaskan lagi kentang halus di atas api kecil, lalu masukkan cairan yang sudah mendidih cantik tadi sambil terus diaduk dengan spatula hingga merata.
- Do the seasoning. Lada dan garam sesuai dengan selera. Kemarin sih gue nambahin bumbu penyedap biar rasanya nggak terlalu plain.
- Masukkan keju parut dan aduk hingga semua bahan merata. Matikan api.
- Garlic & Cheese Mashed Potato sudah siap disajikan.
![]() |
| My First Garlic & Cheese Mashed Potato |
Hasilnya...enyyaaakkkkk.... Kentangnya masih ada yang menggerenjel, jadi masih sempet ngunyah. Nggak langsung leebbb... Tetep lembut, creamy dan yummy. Ibuku, konsumen tetap dan paling setia nyobain hasil eksperimen gue, sangat doyaaann... Hehehe. Berhasil.
Next recipe gue bikin tadi pagi. Jum'at kemarin gue nggak produktif banget, malah jadi puyeng kepala kalau liburan di rumah nggak melakukan apa-apa. Alhasil, tadi pagi gue bertekad untuk bikin sesuatu. Bingung sih, tapi ternyata Ibu request Macaroni Schotel. Dengan bahan-bahan terbatas, gue berusaha membuat Macaroni Schotel sebaik mungkin (ini lebay).
Di Indomaret nggak ada daging cincang, friend... Jadi gue substitusi dengan sosis.
Sausages Macaroni Schotel.
![]() |
| the ingredients |
| 250 g macaroni elbow - 1 siung bawang putih - 1 bh bawang bombay - 50 g keju |
| Rebus macaroni hingga benar-benar lunak. Sementara itu, bumbui kocokan telur dan susu dengan garam, lada dan bubuk pala. Kalau suka, boleh tambahkan bumbu penyedap. |
| Masukkan tumisan bawang dan sosis ke dalam macaroni yang telah ditiriskan. Tambahkan 50 g keju parut, dan campuran telur dan susu. Aduk hingga semluruh bahan dan bumbu tercampur rata. |
![]() |
| Finally! Bake for 60 minutes or until it's well-cooked :) |
Pada saat merebus macaroni, gue membutuhkan waktu yang lama hingga macaroni nya betul-betul lunak. Supaya saat di oven, macaroninya menyatu dengan susu dan telur. Jadi waktu dimakan, semua bahan akan menjadi suatu kesatuan. Nggak lagi seperti makan macaroni dengan susu dan telur secara terpisah. You got the idea.
Setelah kurang lebih 60 menit, matanglah macaroni schotelku. Rasanya? Hmm....kurang puas karena ternyata sosis kurang cocok untuk menggantikan daging cincang. Rasanya jadi agak plain gitu karena ternyata sari-sari dari daging cincang lah yang membuat rasa macaroni schotel jadi lebih kuat.
No matter what...gue tetep nggak bisa berhenti ngemilin macaroni dicocol sambel botolan.Dan hari ini konsumen gue bukan cuma Ibu, tapi juga mas Adi, Mba Yanti dan Fristy....
Nah, sekian recipe long weekend gue. Masih belum tahu besok mau bikin apa. Let we see...
Ciaooooo.....




Ndahhhh :)
ReplyDeletestill remember meee?? :p
cuman mau tanyaa...ini pas dioven bawahnya ngerak tidak?? aku pernah bikin macschotel juga..pas dioven bawahnya ngerak nyaris hanguss..atasnya matang tapi masi basah gitu...pengennya sii jadinya kering alias sat...ahh..yu now wat ai miin kaann...
fyi..aku ovennya pake otang alias oven tangkring. ngaruh ga yaaa...apa beda hasilnya kalo pake oven listrik??