Thursday, April 28, 2011

Spaghetti with Cheese & Spaghetti Bolognese

Assalamualaikum.

Siapa yang suka makaan?? (gue ngacung). Siapa yang suka makan pastaaa?? (ngacung lagi). Ahhehehe.. Semua orang pasti suka makan, dan banyak orang yang suka makan pasta, termasuk gue. Tapi...apakah semua penyuka pasta suka memasak? Yuk, yuk... Kita masak pasta yuk..

Pasta banyak macemnya, kawan. Paling tidak ada 56 macam pasta dan masing-masing bisa diolah menjadi hidangan yang berberbeda. Tapi ada beberapa jenis pasta yang paling familiar buat kita, yaitu Spaghetti, Fettucini, Macaroni, Ravioli, Lasagna dan Cennelloni. Semoga nanti gue bisa nulis sedikit tentang pasta-pasta ini, tapi sekarang gue mau ngajak teman-teman semua buat bikin macem-macem saus pasta.

Temen-temen pasti udah kenal banget sama Saus Bolognese kan? Saus ini paling sering digunakan sebagai saus Spaghetti di tempat-tempat makan di Indonesia. Saus yang kaya akan rasa tomat dan daging cincang ini memang paling pas dengan selera kita. Tapi, selain Spaghetti Bolognese, Spaghetti juga bisa diolah jadi Spaghetti with cheese, Spaghetti with tomato sauce dan Spaghetti Milanaise. Tapi kita juga bisa mengganti spaghetti dengan pasta-pasta lainnya loh.

Mulai dari Spaghetti with Cheese dulu ya.
Siapa yang suka keju, pasti suka makanan yang satu ini. Karena rasanya bener-bener keju dan citarasanya yang lebih kontinental. Bahannya cuma sedikit dan cara bikinnya gampang banget. Pas buat kalo lagi kelaperan dan males masak yang ribet-ribet.

Spaghetti with Cheese :

100 gr Spaghetti
25 gr Mentega / margarin
25-50 gr Keju parut
Garam, lada secukupnya

  1. Masukkan spaghetti ke dalam panci yang berisi air mendidih yang telah diberi garam. Rebus dengan api sedang.
  2. Aduk sesekali dengan sendok kayu. Masak selama 12-15 menit.
  3. Tiriskan.
  4. Pindahkan ke wajan, campur dengan mentega/margarin dan keju.
  5. Bumbui dengan garam dan lada sesuai dengan selera.


Spaghetti Bolognese

100 gr Spaghetti
25 gr Mentega/ margarin
50 gr Bawang bombay cincang
1 siung Bawang putih cincang
100 gr Daging cincang
125 gr Kaldu sapi
1 sdm Puree tomat (biasa dijual dalam kaleng)
100 gr Jamur (potong dadu)
Lada, Garam
Oregano

  1. Masukkan spaghetti ke dalam panci yang berisi air mendidih yang telah diberi garam. Rebus dengan api sedang.
  2. Aduk sesekali dengan sendok kayu. Masak selama 12-15 menit.
  3. Tiriskan.
  4. Panaskan mentega/margarin dalam saucepan.
  5. Masukkan bawang bombay dan bawang putih cincang, tumis hingga harum
  6. Masukkan daging, hingga matang dan berubah warna
  7. Tambahkan kaldu sapi, puree tomat dan oregano
  8. Masak dengan api kecil hingga mengental.
  9. Masukkan jamur , dan masak selama 5 menit. Bumbui dengan garam dan lada sesuai selera.
  10. Sajikan Spaghetti dengan Saus Bolognese dengan parutan keju.

Sekedar mengingatkan ya teman-teman... Resep Saus di atas bisa juga untuk dihidangkan bersama jenis pasta yang lainnya. Kalian tinggal mix& match aja kok. Asik kan? Cukup dulu ya postingan untuk hari ini.
Selanjutnya gue akan kasih resep Spaghetti with Tomato Sauce dan Spaghetti Milanaise, yang sedikit lebih ribet. Hehehe.

Selamat mencoba ya teman-teman. Semoga bermanfaat. :)

Wassalamualaikum.

Sumber : Practical Cookery, Ceserani and Kinton.

Tuesday, April 26, 2011

Keluargaku, Keluarga Cemara.

Assalamualaikum.

Ahh sudah lama sekali nggak mampir kesini. Alasannya? Hm, nggak ada. Hanya nggak mampir aja. Sebenernya dari kemarin-kemarin banyak banget yang mau di share di sini, tapi berhubung daya ingat gue agak2 lemah dan nggak ada inisiatif buat nyatet, makanya gue hanya akan nulis apa yang sekarang ada di ingatan gue :p

Gue akan mulai dari... *drumroll* *jengjeng*

Hari ini gue bener-bener nggak ada kerjaan. Seharian ini di rumah, nggak melakukan apa-apa kecuali kegiatan harian seperti makan, nonton TV, online dan syukur Alhamdulillah gue nggak lupa mandi. Anyway, gue mandi dua kali loh hari ini :)

Rencananya gue mau menjalankan program diet Low Carb High Protein nih. Gue lagi belajar mngkonsumsi sedikit bahan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, dan memperbanyak konsumsi bahan makanan berprotein tinggi. Berhubung gue nggak tau harus olahraga apa untuk mengimbangi program diet ini, makanya gue cuma sit-up2 aja setiap hari. Ngaruh nggak ya?

Tapi Saudara-saudariku... my besties just come to ruin my program. Tieka sering banget dateng kerumah hanya untuk mengajak gue…makan di luar. Baiklah, gue ngikut, karena gue emang paling susah menolak ajakan jajan. Tapi bagian yang tersulit adalah, memilih satu di antara sederetan menu yang sangat menggiurkan di warung sea food depan rumah gue. Jadilah.. pilihan gue tiap malam-malam-sesat itu Capcay goreng atau kadang cah kangkung. Belagu banget nggak sih gue?

Tapi bener deh, paling nggak nih ya, gue ada usaha untuk terlihat ideal. Karena kalo diliat-liat, sekarang orang-orang di sekitar gue juga udah nggak se-ideal dulu. Hihihi. Misalnya, kakak gue. Dulu mbak Ayu ini orangnya mungil abis, dan setiap orang yang baru kenal sama Kami berdua, pasti heran kenapa adiknya lebih besar dari kakaknya. Gue sendiri bingung harus seneng karena dianggap lebih dewasa dari umur gue yang sebenernya atau justru miris karena…yeah, badan gue lebih besar dari kakak gue.

Anyway, gue kangen kalo inget masa-masa itu. Masa di mana gue dan keluarga masih berkumpul di rumah ini. Masa di mana anggota keluarga gue masih lengkap. I just missing you, Bapak.

Dulu gue selalu jadi bulan-bulanan kakak-kakak gue, karena gue sasaran paling empuk (ini konotasi, bukan ‘empuk’ yang sebenarnya) buat diledekin, yang pastinya akan menyebabkan rumah ini berisik dengan jeritan histeris gue dan tangisan gue dimana kakak-kakak gue malah akan semakin senang. Haha. Tapi kalo lagi akur, gue seneng banget begadang sama Mas Adhi, nonton TV, dengerin Slank live di I Like Monday’nya Hard Rock FM, malah kadang jam 11 malem beli sate di luar. Saat itu gue masih SD, makanya istimewa banget keluyuran jam segitu.

Saat itu, Mbak Ayu masih kuliah dan masih banyak waktu buat main-main di rumah. Dulu jamannya nyari lirik lagu favorit buat dicatet di Binder atau Organizer. Kalo Mbak Ayu pulang kuliah, biasanya gue diajarin nyanyi lagu-lagu barat sambil di jelasin apa artinya. Yang gue inget, waktu itu Mbak Ayu ngajarin gue lagu My Heart Will Go On, I Will Survive sama Life Goes On nya Leann Rimes. Sepele ya, tapi gue kangen masa-masa itu.

Masa-masa di mana Bapak hobi ngajak makan di luar. Bukan karena pengen makan di luar, tapi lebih karena beliau pengen jalan-jalan sama Kami. Gue kangen beliau, gue kangen perut buncitnya, gue kangen humornya yang seringkali jayus, gue kangen sifatnya yang sok-kenal-sok-deket sama semua orang yang baru ditemuinya.

Sekarang di rumah ini cuma ada gue sama Ibu. Ibu yang sekarang sudah nggak sesehat dulu, Ibu yang harus gue jaga setiap waktu, Ibu yang selalu gue khawatirkan. Seolah gue nggak mau kehilangan siapapun lagi dalam hidup gue.Love you, Mom... :*

Pernah gue berpikir bahwa ditinggalin pacar, kekasih atau apalah itu namanya, akan membuat hidup seseorang berantakan, sengsara, hancur lebur dsb.

Tapi kemudian, peristiwa ini terjadi. Peristiwa di mana seseorang dalam keluarga harus mengalami cobaan yang amat sangat tidak pernah kami duga sebelumnya. Gue tau, cobaan ini bukanlah semata-mata hukuman dariNya, tapi juga sebuah ujian seberapa besarkah cinta kami padaNya. Ketegarannya mengahadapi cobaan itu membuat dada gue sakit, karena disaat yang bersamaan justru gue yang takut. Keikhlasannya menghadapi cobaan ini membuat gue malu karena justru gue yang amat sangat khawatir.

Allah Maha Tahu, Allah Maha Adil. Hanya kepada Allah Kami semua berserah diri akan ujian ini.

Dan saat keadaan berangsur-angsur membaik, sekonyong-konyong gue semakin nggak mau kehilangan siapapun lagi.

Keluarga di mana gue dilahirkan adalah rumah yang nggak akan pernah gue tinggalkan. Keluarga nggak akan pernah mengkhianati Kita. Betul kan?

Naahh.. gue jadi sedih gini. Ya udah deh, sekarang kita berdoa aja yah semoga hidup kita bisa lebih baik lagi. Dan...semoga diet gue berhasil. Uhuyy... *sit-up*

Wassalamualaikum.